Policy Brief

Digital Treasury Coach

Peningkatan Peran Kanwil DJPb dalam Pembinaan Pengelolaan Kas Daerah

Disusun oleh
Syahidan Munawir Sajali
(Kanwil DJPb Sumatera Utara)
Mentor
Suhendi
(Kanwil DJPb Sumatera Selatan)
Konteks Strategis
Urgensi Peran
Permasalahan

Konteks Strategis

Pengelolaan kas daerah berpengaruh langsung terhadap efektivitas layanan publik, stabilitas fiskal, dan pelaksanaan APBD. Namun, Masih terdapat kendala:

Proyeksi kas belum akurat & Mismatch arus kas
Koordinasi antar-instansi belum optimal
Monitoring belum real-time & Idle cash
Berbasis data belum terintegrasi penuh

DJPb hadir sebagai Regional Chief Economist untuk mendorong tata kelola kas yang modern dan akuntabel.

Apa Kebaharuan dari Inovasi Ini?

Strategi RCE & Financial Advisor

Meninjau sejauh mana peran Kanwil DJPb dalam memberikan solusi konkret dan pembinaan adaptif bagi Pemda terhadap tantangan pengelolaan kas di masa depan.

Pendampingan Terintegrasi Nasional

Standardisasi fungsi Kanwil DJPb di seluruh Indonesia sebagai center of excellence dan mitra konsultasi proaktif dalam menjaga kesehatan fiskal regional.

Landasan &
Dasar Hukum

Transformasi regulasi sebagai fondasi penguatan peran Financial Advisor.

01

Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022

Hubungan Keuangan Pusat dan Daerah

02

Peraturan Menteri Keuangan No. 262/PMK.01/2016

Organisasi & Tata Kerja Instansi Vertikal DJPb

03

Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019

Pengelolaan Keuangan Daerah

04

Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 77 Tahun 2020

Pedoman Teknis Pengelolaan Keuangan Daerah

05

Keputusan Direktur Jenderal Perbendaharaan No. KEP-5/PB/2026

Pedoman Mekanisme Kerja di Lingkungan Ditjen Perbendaharaan

06

Keputusan Direktur Jenderal Perbendaharaan No. KEP-32/PB/2024

Program Penguatan Peran KPPN Selaku Financial Advisor

Perbandingan RPD Pemda dan K/L APBN TA 2025

Perbandingan realisasi menunjukkan pengelolaan kas daerah belum optimal, ditandai dengan perencanaan tidak periodik dan belum didukung regulasi teknis.

Gambaran Deviasi Kas Pemda Sumatera Utara

Deviasi antara rencana dan realisasi kas masih tinggi, menunjukkan perlunya pembinaan berbasis data oleh Kanwil DJPb.

Hasil Analisis Data

Metode perhitungan menggunakan wMAPE
Metrik Pemda Pusat Catatan & Analisis Strategis
wMAPE 47,32% 8,79% Deviasi pada pengelolaan kas Pemda tahun 2025 5,4× lebih tinggi dari pusat. Akurasi RPD bulanan Pemda perlu perbaikan besar dan merupakan potensi fokus pembinaan pengelolaan keuangan negara oleh DJPb.
MPE (bias) -34,77% -7,88% Pemda mengalami under-realization jauh lebih tinggi dari pemerintah pusat. Hal ini memaksa pemda untuk menekan belanja dan menerapkan kebijakan surplus arus kas dengan menggeser pembayaran belanja ke bulan berikutnya.
CV (Koefisien variasi) 0,587 0,254 Volatilitas Pemda 2,3× lebih tinggi yang disebabkan perencanaan kas yang tidak baik. Hal ini menyebabkan buffer kas harus lebih besar dan risiko cash rationing lebih tinggi. Cash Rationing adalah kebijakan pembatasan pengeluaran kas secara ketat karena jumlah uang yang tersedia tidak cukup untuk membiayai semua rencana belanja yang ada terutama ketika target PAD belum tercapai.
Tools Belum Ada Tersedia Pemerintah pusat telah memiliki peraturan lengkap untuk pengelolaan kas baik dari sisi perencanaan, standar deviasi dan alat untuk monitoring berupa dashboard pada OMSPAN dan MyIntress. Kondisi ini dapat diterapkan pada pemerintah daerah dengan strategi pembinaan Digital Treasury Coach.

Rekomendasi Kebijakan

Peran Kanwil DJPb yang lebih strategis, proaktif, dan berbasis data

Usulan penerbitan payung hukum PP sebagai tindak lanjut Pasal 151 UU No. 1/2022 (HKPD)

Perubahan PMK-262/2016 untuk penegasan peran Vertikal terkait fungsi RCE dan FA

Usulan Keputusan Dirjen terkait penguatan peran Kanwil dalam Financial Advisor

Penguatan Peran melalui Digital Treasury Coaching
Alur Strategis

Prasyarat Framework

  • Pembentukan forum koordinasi berkala
  • Komitmen pendampingan rutin
  • Pembentukan Dashboard Keuangan Daerah / integrasi data
  • Standardisasi database dan format laporan Pemda

Komponen Digital Treasury Coaching

  • Treasury Dashboard Berbasis Data
  • E-Coaching Clinic (Klinik Pembinaan Digital)
  • Digital SOP & Knowledge Repository

Transformasi Pembinaan Menuju Digital Treasury Coaching

Perbandingan pendekatan lama dengan model pembinaan berbasis data dan dashboard

Dulu
  • Pembinaan pasif / menunggu inisiatif Pemda
  • Workshop / FGD / Sosialisasi tatap muka
  • Rekap laporan manual
  • Pembinaan reaktif
  • Satu arah
Digital Treasury Coaching
  • Pembinaan berkelanjutan dengan sasaran jelas & terukur
  • Coaching digital & tailor made per Pemda
  • Dashboard real-time dengan integrasi data
  • Pembinaan proaktif (trigger-based)
  • Dua arah & interaktif